Posted on: August 5, 2020 Posted by: admin Comments: 0
Pameran Rajata: Perak dan Kisah di antaranya ©Museum Sonobudoyo

Lewat Pameran Rajata: Perak dan Kisah di antaranya, Museum Sonobudoyo Yogyakarta ingin berbagi kisah mengenai sejarah perak.

Rajata adalah sebutan perak dalam bahasa Sanskerta.

Perak amat lekat dengan Yogyakarta seiring dengan pertumbuhan Kotagede sebagai sentra kerajinan perak yang diperkirakan sudah muncul sejak periode Kerajaan Mataram Islam (16 M).

Di sisi lain, Kunstambachtsschool atau Sekolah Seni Kerajinan, yang didirikan oleh Java Instituut di Museum Sonobudoyo turut andil dalam perkembangan ornamen seni hias pada kerajinan perak.

Pameran Rajata: Perak dan Kisah di antaranya ©Museum Sonobudoyo
Suasana Pameran Rajata: Perak dan Kisah di antaranya ©Museum Sonobudoyo

Hal ini dikarenakan pendirian Kunstambachtsschool memang bertujuan untuk mendidik masyarakat lokal dalam memproduksi perak sebagai kerajinan maupun perlengkapan makan yang digunakan oleh para Bangsawan dan Elit Kolonial.

Cerita ini merupakan sebagian kisah yang diungkap Museum Sonobudoyo Yogyakarta dalam Pameran Rajata: Perak dan Kisah di antaranya.

Pameran ini diselenggarakan 4 sampai 24 Agustus 2020 di Gedung Pameran Temporer pukul 09.00-21.00 WIB.

“Pameran ini menceritakan perjalanan perak sejak berabad-abad silam. Sejarah membawa cerita perak dan Sonobudoyo pada satu benang merah melalui Kunnstambachtsschool. Melalui pameran ini, Sonobudoyo berharap industri perak terus lestari di Yogyakarta dan Kotagede, khususnya,” ujar kepala Museum Sonobudoyo, Setyawan Sahli, S.E., M.M. dalam sambutannya.

Baca Juga : Tips Berwisata Saat New Normal

Meski dalam kondisi terbatas, pengunjung dapat menyaksikan langsung pameran perak dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Jumlah pengunjung yang ada di dalam ruang pameran juga dibatasi sebanyak 25 orang.

Pengunjung dapat menikmati pameran kurang lebih dalam waktu 30 menit.  (*)

Leave a Comment