Posted on: August 5, 2020 Posted by: admin Comments: 0
Bakso Pak Kumpeno ©Travela

Termasuk legenda di Yogyakarta, Bakso Pak Kumpeno jadi bakso pertama yang menjual bakso bertopping jeroan. Topping parunya paling favorit.

Bakso sudah jadi makanan yang sangat familiar di lidah orang Indonesia.

Bahkan tiap orang punya warung bakso favoritnya masing-masing.

Sudah nyoba bakso yang satu ini belum?

Adalah Bakso Pak Kumpeno yang punya ciri khas jeroan sebagai topping andalannya.

Topping yang sangat terkenal adalah topping paru yang bercita rasa gurih nan garing saat digigit.

Di warung bakso ini, paru yang selama ini punya imej jeroan dengan bau amis dan teksturnya yang licin, disulap menjadi topping yang menggugah selera.

Keunikannya ini membuat Bakso Pak Kumpeno yang menjadi pelopor bakso bertopping ‘jeroan’ di Yogyakarta.

Bakso Pak Kumpeno memiliki tiga cabang, yakni di Soragan, Jalan Godean km 5 dan Jalan Godean km 9 yang beroperasi mulai pukul 11.00 hingga 19.00 WIB.

Khusus di Jalan Godean km 5, pengunjung bisa mencicipi topping babat iso, tulang muda hingga koyor.

Bakso Pak Kumpeno ©Travela
Bakso Pak Kumpeno ©Travela

Topping paru jadi andalan

Paru merupakan organ vital pada setiap makhluk hidup.

Paru yang segar sendiri berwarna cokelat segar dan masih mengandung darah di dalamnya.

Bau anyir yang menempel pada paru seringkali membuat orang tidak berkenan melahapnya.

Namun dengan trik memasak yang sabar, paru ini dapat diubah menjadi kudapan layaknya kripik.

Mungkin kita pernah menjumpai paru yang diolah menjadi kripik.

Kripik paru tersebut melalui pemrosesan yang tidak sebentar.

Paru dimasak dengan menggunakan tepung tertentu, dan digoreng garing.

Citarasanya pun berubah jadi gurih nan asin, sangat cocok untuk dijadikan kudapan maupun lauk.

Lalu apa yang membedakan topping paru milik Bakso Kumpeno dengan kripik paru pada umumnya?

Tak lain dan tak bukan, terletak pada cara memasaknya yang cukup rumit.

Pertama, paru direbus, dipotong kemudian digoreng hingga minyak tidak berbuih.

Tahapan menggoreng pun tidak bisa dianggap remeh.

Jika terlalu cepat ditiriskan, maka paru masih terasa amis.

Sedangkan jika digoreng terlalu lama, paru akan gosong dan terasa pahit.

Proses memasak paru ini pun memerlukan waktu satu jam.

Lamanya proses memasak paru ini pun membuahkan hasil yang memuaskan.

Potongan paru yang digoreng garing seperti kripik ini memberikan cita rasa tambahan pada kuah baksonya.

Jika pada umumnya, kuah bakso hanya mengandung kegurihan kaldu dari daging atau tulang sapi, keberadaan topping paru ini menambahkan gurih ‘berbeda’ sehingga meningkatkan kualitas rasa dalam tiap mangkuk Bakso Kumpeno.

Sehari butuh 30 kg paru sapi

Rupanya, menambahkan ‘jeroan’ ke dalam hidangan bakso ini murni ide dari Kumpeno (56) sendiri.

Baca Juga : Gudeg Yu Djum : Gudeg Legendaris dari Jogja

Awalnya ia mengakui baksonya cenderung biasa saja dibanding bakso-bakso lain, karenanya ia menambah topping agar hidangannya tampak spesial.

Untuk mendapatkan paru yang berkualitas, Kumpeno kerap menyambangi pedagang langganannya di pasar-pasar tradisional.

Ia mengaku, dalam sehari membutuhkan 30 kilogram paru untuk memenuhi kebutuhan ketiga warungnya.

Padahal satu ekor sapi kira-kira hanya punya 2 sampai tiga kilogram paru.

Sehingga secara matematis, ia membutuhkan 15 ekor sapi hanya untuk diambil parunya.

Memiliki ciri khas topping paru ini rupanya menyisakan hambatan besar lantaran bahan paru ini sulit didapat.

Apalagi setiap lebaran, ia terpaksa berjualan bakso tanpa menyediakan paru karena tidak ada pedagang yang menjual paru di pasar.

Sudah bukan rahasia lagi kalau harga paru ini terbilang mahal, bisa dibilang termahal dari jenis-jenis jeroan sapi yang lain.

Karenanya, bakso dengan topping jeroan semacam ini dapat dikategorikan sebagai bakso dengan citarasa premium meskipun harganya masih sekitar Rp 12.000 per porsinya.

Cara Menuju Lokasi

Dari Tugu Jogja ke arah barat menuju Jalan Godean. Setibanya di perempatan Mirota Godean, beloklah ke kiri atau arah selatan. Ikuti jalan hingga mencapai rel kereta api. Tepat setelah rel, beloklah ke kiri atau arah timur sejajar dengan rel kereta api tadi. Ikuti jalan perlahan, nanti Bakso Pak Kumpeno berada di kanan jalan.


Bakso Pak Kumpeno

  • Alamat Cabang Soragan : Jl. Indraprasta, Cungkuk, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184.
  • Alamat Cabang Jalan Godean km 5 : Jalan Godean km 5, Yogyakarta
  • Alamat Cabang Jalan Godean km 9 : Jalan Godean km 9, Yogyakarta
  • Jam operasional : 11.00 hingga 19.00 WIB.
  • Range harga : Rp 12.000
  • GPS : -7.7858864,110.3443709

Cover image source: www.travela.id

Leave a Comment